Archive for July, 2005

balance of life…

Monday, July 25th, 2005

ada gak sih yang bisa menjabarkan dengan pasti… apa sih yang dianggap "balance of life"???

gue yakin bahwa artinya BUKAN "less work"… hehehe… karena berdasarkan analisa gue, sebagian besar orang yang "sukses" adalah orang YANG BEKERJA KERAS MEMBANTING TULANG MEMERAS KERINGAT… hehehe…

comfort zone…

Wednesday, July 20th, 2005

di milis muslim3bdg dibicarain…
di milis marketing-forum dibacarin…

di diskusi via e-mail para kebalener GAK BOLEH hanya dibicarain… tapi mesti BERTINDAK, BERBUAT dan AKTUAL….

AYO! AYO! AYO!

prinsip: "jangan sampai layu sebelum mekar"…

mari ber-HEMAT… :(

Tuesday, July 12th, 2005

setelah pusing2 membahas bagaimana setiap rakyat harus "menyalakan lilin2 kecil"… SANG PEMERINTAH entah sengaja atau tidak membuat program PENG-HEMAT-AN!!!

takjub gue!!! ternyata SANG PEMERINTAH, mencoba melakukan perubahan untuk penanggulangan kebangkrutan negara dengan "memaksakan" sang RAKYAT untuk berhemat… hehehe…

bukannya apatis… tapi gue takut SANG PEMERINTAH… lebih asyik berkutat dengan pendekatan mikro kolektif dibanding dengan pendekatan makro yang efektif…

so, anjuran gue… mari berhemat sambil tak lupa memanjatkan doa agar SANG PEMERINTAH selalu melakukan langkah-langkah MAJU… JU… JU… seperti: membrantas korupsi, pendistribusian hak-hak ekonomi dan lain sebagainya….

amiin…
P.S.: Ya Alloh, mohon maaf atas doaku yang kebanyakan… :(

cukupkah kita hanya menyalakan “lilin-lilin kecil”?

Wednesday, July 6th, 2005

baru baca e-mail dari milis Muslim3Bdg… dari seseorang beralamatkan e-mail hdmessa@yahoo.com… bagus banget… tapi apakah cukup?

silahkan nilai sendiri… berikut e-mailnya…

Subject e-mail: menyalakan lilin2 kecil vs mengutuk kegelapan


Waktu di Bandung kemarin, saya sempat menghadiri suatu acara dg
pembicara pak Ery Ryana Harjapamekas , wakil ketua KPK. Ternyata pak
Ery adalah alumni sekolah di jalan belitung bandung juga , baheula
nya  ( dulu SMA2 , terus jadi SMA3 bdg )

Ada ungkapan bagus mengenai bagaimana kita menghadapi korupsi dari 
pak Ery Ryana H, mengutip ucapan salah satu tokoh masyarakat dari
Filipina,  , " Marilah kita mulai menyalakan lilin2 kecil, daripada
mengutuk kegelapan " ,

Sebagai institusi yg menangani masalah korupsi, masalah yg bersifat
cultural & systemic  perlu usaha besar utk menghadapinya, KPK perlu
support dari berbagai pihak , termasuk dari masyarakat luas , antara
lain juga komunitas alumni sekolah kita. Keberadaan KPK berada
diantara 3 pilar, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat umum.
Support dari masyarakat umum adalah lebih fair dan langgeng sifatnya,
dibanding 2 pilar lain nya.

Komunitas alumni sekolah spt kita ini , adalah bagian dari masyarakat
umum , yg merupakan bagian dari
3 pilar tsb di pemerintahan, bisnis dan masyarakat . Suatu langkah
mulia bila di komunitas ini kita bisa mulai menyalakan pula "lilin2
kecil" , menghadapi kegelapan belantara korupsi (KKN ) , kalau
mengutip kalimat Aa Gym, "mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yg
kecil"

Dari sisi perusahaan bisa dg mulai menerapkan Good Corporate
Government  system, dari sisi individu dimulai dg membangun
integritas dan komitmen diri mengenai kejujuran dan profesionalisme.

Dari sisi birokrasi, KPK mengusulkan pada pemerintah utk melakukan
Reformasi birokrasi dari segala segi, sejak dari sistem
rekruitmen ,merit system dan fungsi manajemen operasi secara umum.

Dari sisi bisnis, sebenarnya tetap ada pasar walau kecil  ( niche
market ) , yg bisa diraih tanpa melakukan praktek korupsi , istilah
nya " Island of Integrity" market  , memang masih kecil , dan usaha
kita untuk memperluas Integrity market ini , akan sangat bermanfaat
besar ( misal kita sebagai purchasing manager , pimpro atau decision
maker lain nya, bisa memulai menegakkan dan memperluas Integrity
market ini )

Korupsi sendiri, adalah masalah kultural yg sistemik, yg memang tak
mudah utk menyelesaikan nya , karena itulah cara penanggulangan nya
harus sistemik pula dan perlu power yg kuat , khususnya keteladan
dari pemimpin.
Mahathir di Malaysia dan Lee Kuan Yew di Singapura , bisa jadi contoh
berharga. stigma bangsa Melayu malas atau Chinese yg kurang bersih
(maaf ) , berhasil  dirubah oleh Mahathir dan Lee Kwan Yew dalam
waktu yg cukup lama juga. Lembaga spt KPK di Malaysia dan Singapura,
telah berdiri hampir 30 - 40 tahun , di Indonesia telah lama ada
juga , tapi tidak kontinyu, KPK adalah lembaga yg ke-7 , semoga bisa
tetap konsisten.

KPK sendiri punya target, 12 tahun lagi Indonesia , bebas korupsi  ,
entahlah apakah muluk2 atau tidak target tsb , tapi sbg masyarakat
umum yg menginginkan keadaan yg lebih baik, peran serta kita semua di
harapkan , sekecil apa pun, demikian pesan pak Ery  ( entahlah apakah
muluk2 atau tidak target 12 tahun tsb , tapi telah dimulai dan bisa
jadi bukan kita yg menikmatinya kelak )

Dari uraian pak Ery, ada yg menarik, ttg penanganan korupsi, bahwa
selain dari sistem , hal tsb adalah juga mencakup integritas /
komitmen diri , seorang individu , bisa dikata sekolah2 kita belum
bisa memberikan pendidikan ttg hal tsb , karena hal itu semua
dibangun dalam jangka waktu yg lama .

kalau kita ingat jaman sekolah baheula , proses pendidikan apa yg
kita terima dalam hal pembangunan integritas diri /komitment
tsb ,bisa dikata sedikit sekali ?

Bagaimana membangun Integritas, komitment , kejujuran, transparansi
dan profesionalisme , pada diri kita sendiri rasanya tak terlambat
juga , walau kita mulai saat ini

Ada satu hal yg perlu di ingat juga, bahwa usaha pemberantasan
korupsi akan menghadapi tantangan keras dari berbagai pihak yg selama
ini menikmati nya, akan timbul gerakan balik , susahnya distribusi
BBM saat ini  dan berbagai masalah crucial lain nya , yg baru timbul
belakangan ditengarai adalah suatu bentuk kick back dari pihak2 yg
menolak pemberantasan korupsi.

sekian sekedar oleh2 obrolan ringan , semoga bermanfaat , kita2 di
komunitas maya, ini bisa juga memulai langkah2 kecil ( menyalakan
lilin2 kecil ) menerangi kegelapan gulita korupsi.

wassalam

HM
jk

coba renungin

Tuesday, July 5th, 2005

pekerjaan gak akan pernah berhenti…

kadang otak udah butek… udah mampet.. udah beku…

tapi yang kepikiran adalah pekerjaan yang kita lakukan belum memberikan banyak manfaat pada banyak orang… bahkan kadang untuk keluarga kita tercinta…

sekali lagi ampun ya Alloh.. :(

jakarta - bandung via cipularang

Sunday, July 3rd, 2005

kembali ke jakarta… kota tempat mengais sedikit rejeki, mengadu nasib, dan melangkah maju… :)

dalam perjalanan melalu tol cipularang… yang kepikiran di otak gue adalah bagaimana nasib sate maranggi di hutan jati, soto sadang, dan rumah makan abah sindang heula… masih lakukah mereka???

apakah setiap pembangunan dan kemajuan harus ada yang dikorbankan???

teringat gue dengan diskusi gue dengan kawan-kawan unpad dulu…. susahnya jadi pemimpin adalah susahnya seorang pemimpin memenuhi keinginan semua pengikutnya… hiks…

apakah pembangunan tol cipularang ini memberikan manfaat bagi orang banyak?? gue coba lihat dari sisi negatifnya aja deh (bolehkah?)…

  1. berapa pedagang di rute lama yang kehilangan pekerjaannya?
  2. berapa lahan sawah liar yang diberantas?
  3. berapa besar manfaat 20trilyun rupiah yang bisa diberikan untuk memberi "makan" rakyat tak mampu?

apakah cost benefit analysis bisa digunakan untuk mendistribusikan kesejahteraan pada masyarakat??
apakah ukurannya adalah jumlah nilai uang atau jumlah masyarakat yang menikmati kesejahteraan tersebut?

yang gue ingin adalah tatanan hidup masyarakat yang baru, dimana semua orang bahagia, tidak ada yang tertindas dan tidak ada yang menindas….. mungkinkah???

ampuni dosa saya ya Alloh… :(