jakarta - bandung via cipularang
kembali ke jakarta… kota tempat mengais sedikit rejeki, mengadu nasib, dan melangkah maju…
dalam perjalanan melalu tol cipularang… yang kepikiran di otak gue adalah bagaimana nasib sate maranggi di hutan jati, soto sadang, dan rumah makan abah sindang heula… masih lakukah mereka???
apakah setiap pembangunan dan kemajuan harus ada yang dikorbankan???
teringat gue dengan diskusi gue dengan kawan-kawan unpad dulu…. susahnya jadi pemimpin adalah susahnya seorang pemimpin memenuhi keinginan semua pengikutnya… hiks…
apakah pembangunan tol cipularang ini memberikan manfaat bagi orang banyak?? gue coba lihat dari sisi negatifnya aja deh (bolehkah?)…
- berapa pedagang di rute lama yang kehilangan pekerjaannya?
- berapa lahan sawah liar yang diberantas?
- berapa besar manfaat 20trilyun rupiah yang bisa diberikan untuk memberi "makan" rakyat tak mampu?
apakah cost benefit analysis bisa digunakan untuk mendistribusikan kesejahteraan pada masyarakat??
apakah ukurannya adalah jumlah nilai uang atau jumlah masyarakat yang menikmati kesejahteraan tersebut?
yang gue ingin adalah tatanan hidup masyarakat yang baru, dimana semua orang bahagia, tidak ada yang tertindas dan tidak ada yang menindas….. mungkinkah???
ampuni dosa saya ya Alloh…
July 4th, 2005 at 6:26 am
Don’t know much lah….
tapi ndak ada kemajuan tanpa pengorbanan lah….
masa mau dibiarkan bandung jakarta lebih dari 3 jam?
Hehehhehehehe……
July 5th, 2005 at 8:23 am
quote start “Setiap kali ada kemajuan pasti tentu saja selalu ada yang akan dikorbankan” quote end
u know who
wonder why that prick never be the victim